PENGARUH INTENSITAS PENGGUNAAN KOSMETIK TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI PADA WANITA PEKERJA FRONTLINER DI KOTA SURABAYA

Agnes Nathania Wilbert, Nurlaila Effendy

Abstract


Wanita pekerja frontliner penting untuk memiliki kepercayaan diri terutama untuk berinteraksi dengan customer.  Namun seringkali, sebagian besar dari frontliner tidak percaya diri karena penampilan fisik terutama pada wajahnya. Hal ini membuat individu memperbaiki penampilan fisiknya agar terlihat lebih cantik dan menawan dengan menggunakan bantuan kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh intensitas penggunaan kosmetik terhadap kepercayaan diri pada wanita pekerja frontliner di kota Surabaya. Teknik sampling yang dilakukan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dan snowball sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan skala intensitas penggunaan kosmetik berdasarkan empat aspek, yakni perhatian atau daya konsentrasi, durasi, frekuensi, dan penghayatan atau pemahaman. Pada skala kepercayaan diri berdasarkan lima aspek, yakni keyakinan akan kemampuan diri, optimis, obyektif, bertanggungjawab, dan rasional. Responden yang didapatkan dalam penelitian ini sebanyak 164 dan kemudian dilakukan analisis menggunakan teknik statistika uji analisis regresi sederhana dengan bantuan SPSS for windows 16.0. Hasil dari analisis tersebut menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, yang artinya ada pengaruh yang signifikan dan memiliki nilai positif antara intensitas penggunaan kosmetik dengan kepercayaan diri pada wanita pekerja frontliner di Kota Surabaya. Hal ini berarti dengan menggunakan kosmetik mampu meningkatkan kepercayaan diri oleh para frontliner. Penggunaan kosmetik menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari responden dalam pekerjaannya. Pengaruh yang signifikan berarti nilai positif, berarti semakin tinggi intensitas penggunaan kosmetik, maka semakin tinggi pula kepercayaan diri yang dimilikinya. Selain itu, terdapat sumbangan efektif pengaruh intensitas penggunaan kosmetik terhadap kepercayaan diri sebesar 11,5%.


Save to Mendeley


Full Text:

PDF

References


Angreyani, D. (2017). Hubungan Antara Kemampuan Berkomunikasi Spg Hypermart Palu Grand Mall Dengan Kepuasan Pelanggan. Jurnal Online Kinesik, 4(1).

Retrieved from https://media.neliti.com/media/publications/143670-ID-hubungan-antara-kemampuan-berkomunikasi.pdf

Azra, F. N. (2017). Forgiveness Dan Subjective Well-Being Dewasa Awal Atas Perceraian Orang. Psikoborneo, 5(3), 529–540.

Ghufron & Risnawati. (2010). Teori-Teori Psikologi. Yogyakarta: Ar-Ruzz Madia.

Girindra, A., Weliangan, H., & Pardede, Y. O. K. (2018). Citra Tubuh Dan Kepercayaan Diri Pada Mahasiswa Pengguna Kosmetik Wardah. Jurnal Psikologi, 11(2), 143–152. https://doi.org/10.35760/psi.2018.v11i2.2259

Hartini, T., & Haqq, B. N. (2022). Perancangan Animated Infographics Mengenai Fungsi Niacinamide untuk Kesehatan Kulit untuk generasi Z. Jurnal IKRAITH-HUMANIORA, 7(1), 71–81.

Ifdil, I., Denich, A., & Ilyas, A. (2017). Hubungan Body Image dengan Kepercayaan Diri Remaja Putri. Jurnal Kajian Bimbingan Dan Konseling, 2(3), 107–113.

Kiling, T. P. (2016). Peran Komunikasi Frontliner Dalam Meningkatkan Pelayanan Di PT Bni (Persero) Tbk Kantor Layanan Kawangkoan. Acta Dirana Komunikasi, 5(3).

Kundre, R; Rompas, S. (2018). Hubungan Bullying Dengan Kepercayaan Diri Pada Remaja Di Smp Negeri 10 Manado. Jurnal Keperawatan, 6(1), 1–6.

Larsen, P. D., & Lubkin, I. M. (2013). Chronic Illness: Impact and Interventions. In The American Journal of Nursing (Vol. 87). https://doi.org/10.2307/3470583

Lee, H., & Oh, H. (2018). The effects of self-esteem on makeup involvement and makeup satisfaction among elementary students. Archives of Design Research, 31(2), 87–95. https://doi.org/10.15187/adr.2018.05.31.2.87

Listianti, S. M. (2013). Penggunaan Make Up Pada Sales Promotion Girl Di Kota Surakarta ) the Meaning of Grooming for Women ( a Case Study on Sales. Sosiologi Antropologi, 3(1), 1–12. Retrieved from http://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/sosant/article/view/2268

Mardiah, A. (2010). Pengaruh Penampilan Modis Terhadap Pengembangan Karir Karyawan Perempuan Pada Bank Danamon Cabang Pekanbaru. Marwah: Jurnal Perempuan, Agama Dan Jender, 9(2), 134. https://doi.org/10.24014/marwah.v9i2.477

Mastuti, I. (2008). 50 Kiat Percaya Diri. Jakarta: Hi-Fest Publishing.

Pratiwi, S., & Suminar, D. R. (2017). Pengaruh fungsi Make-Up Sebagai Camouflage Dan Seduction Terhadap Kepercayaan Diri Pada Remaja Putri. Psikologi Pendidikan Dan Perkembangan, 6, 19–31.

Putri, A. F. (2019). Pentingnya Orang Dewasa Awal Menyelesaikan Tugas Perkembangannya. SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling, 3(2), 35. https://doi.org/10.23916/08430011

Rahmadiyanti, A., Munthe, R. A., & Aiyuda, N. (2020). Social Comparison Dengan Ketidakpuasan Bentuk Tubuh Pada Remaja Perempuan. Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi, 1(1), 11. https://doi.org/10.24014/pib.v1i1.8317

Rahmawati, A., & Muslikah. (2021). Kepercayaan Diri pada Mahasiswi Pengguna Kosmetik di Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang. Jurnal Ilmiah Dan Bimbingan Konseling, 3(1), 1–6. https://doi.org/10.31960/konseling.v3i1.1138

Safitri, R. A., & Rini, A. S. (2021). Pengaruh Ketergantungan Make-Up Terhadap Kepercayaan Diri pada Remaja Putri. Jurnal Psikologi Talenta Mahasiswa, 1(2).

Scott, S. (2007). Influence Of Cosmetics on The Confidence of College Women: an Exploratory Study. The journal of Social Psychology 129(3), 349-355

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan : Pendekatan Kuantitatif, Kulitataif dan R&D. Alfabeta.

Sukristiani, D. (2014). Pengetahuan Tentang Kosmetika Perawatan Kulit Wajah Dan Riasan Pada Mahasiswi Jurusan Kesejahteraan Keluarga Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang. Home Economics And Tourism A Social Sciences Journal, 7(3), 1–46. Retrieved from http://journal.stainkudus.ac.id/index.php/equilibrium/article/view/1268/1127

Suparman, Islami, V., & Nelfianti, F. (2016). Service Exellence. Graha Ilmu.

Suryadinata, E. (2018). Analisis Communication Tools Perusahaan Kosmetik Dalam Decision Making Pekerja Perempuan Surabaya. Jurnal E- Komunikasi, (Imc). Retrieved from http://publication.petra.ac.id/index.php/ilmu-komunikasi/article/view/8226

Tanjung, Z., & Amelia, S. (2017). Menumbuhkan Kepercayaan Diri Siswa. JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia), 2(2), 2–6. https://doi.org/10.29210/3003205000

Tempo.co. (2017, 28 Maret). Detail Kostum dan Make-Up Penting bagi Kepercayaan Diri Perempuan.

Tri, F. F., & Ratri, R. L. (2019). Memahami Pengalaman Body Shaming pada Remaja Perempuan. E-Journal UNDIP, 7(3), 4–5. Retrieved from https://www.semanticscholar.org/paper/MEMAHAMI-PENGALAMAN-BODY-SHAMING-PADA-REMAJA-Fauzia-Rahmiaji/16038be19d4f29691d2b1711c441545987803c36

Triningtyas, D. A. (2013). Study Kasus Tentang Percaya Diri, Faktor Penyebabnya dan Upaya Memperbaiki dengan Menggunakan Konseling Individual. Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 3(1).

Urfi, R. A. (2020). Hubungan Antara Body Image Dengan Kepercayaan Diri Pada Wanita Yang Bekerja Sebagai Sales Promotion Girl. Yogyakarta : Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta.

Wijanarko, R. A., Usman, A., & Imamah, N. (2016). Pengaruh Pelayanan, Penampilan Dan Penguasaan Product Knowledge Terhadap Kinerja Karyawan (Frontliner) PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero)Tbk. Kantor Cabang Krian. E-Journal Manajemen Branchmarck Universitas Bharangkara, 2(1), 102–114.

Yuliati, R. (2014). Kompetensi Aplikasi Shading Dan Tinting Pada Make Up Koreksi Untuk Bentuk Wajah Bulat, Persegi Dan Segitiga Terbalik. Jurnal Tata Rias, 3(01), 193–199.




DOI: https://doi.org/10.33508/exp.v11i1.4482